07
Jan
09

Para pencari spiritualitas baru ….

Oya … sebelum aku mulai, aku ingin mengucapkan dulu “SELAMAT TAHUN BARU” buat temen2 semua.

Semoga ditahun yang baru ini, kita makin bisa berbenah diri untuk menjalani tahun ini menjadi tahun yang lebih baik dari yang kemarin. Amien.

Disini aku cuma pingin sharing atau curhat aja sebenarnya …

Tanpa ada maksud menggurui, apalagi SARA …

saya harap teman2 bisa memandangnya dengan bijaksana, bahwa ini hanyalah sekedar pengalaman pribadi yang sederhana dari seseorang yang pernah mencari jati dirinya dan … Tuhannya.

PARA PENCARI SPIRITUALITAS BARU … adalah salah satu judul acara SCTV yang baru aja saya tonton. Isinya sedikit banyak tentang timbulnya macam2 aliran kepercayaan baru di Indonesia : contohnya Lia Eden, Rasul Islam yang baru, dan Ahmad Dani dgn aliran Sufi-nya.

Saya jadi teringat … dahuluuu … ( jujur aja) saya pun pernah memiliki keraguan itu. Kala itu saya masih  kelas 3 SMA.

Bathin saya bertanya2 ” Benarkah agama yang saya anut ini adalah agama / kepercayaan Tuhan yang sebenarnya ??? “

Kemudian ” Apa yang menjaminnya bahwa ini benar dibanding yang lainnya ??? ” 

Yah … begitulah sebuah pertanyaan sederhana di dalam otak yang cukup buat mumet kepala. Mumpung masih muda, pikirku, jadi kalau ada salah langkah masih ada waktu untuk balik kembali … hehehe

Kala itu aku Islam, jadi aku berdoa pada ALLAH untuk ditunjukkan jalannya kebenaran apabila Islam memang benar.

Langkah selanjutnya aku berikhtiar, kawan. Mulai dari ikut acara Rohis sampe baca-baca buku kerohanian di toko buku. Namun belum puas hati ini di buatnya. Jujur wahai kawan, agama itu sangat kompleks dan tidak semudah itu diterima akal sehat ( logika ). Sampai akhirnya ……

Seorang teman ( teman rohis ) nyeletuk sebuah kalimat sederhana dengan cueknya.

” Al-Quran lah jawabannya, sobat. Bukti nyatanya “

”  Tiada kitab di muka bumi ini yang bisa menyamainya. ALLAH sendiri yang akan menjaganya kemurniannya sampai akhir masa. Tiada satu kitab pun yang akan mampu menandingi isinya. “

” Segala hukum di dalamnya sesuai untuk segala masa, mulai dari jaman jahiliahnya di masa Rasullullah sampai jaman modern kini adanya. “

Sungguh tiada terpikir olehku. Al-Quran adalah satu2nya kitab yang paling bertahan kemurniannya sampai sekarang. Sehingga akupun mulai membacanya kembali melalui tafsir.

Namun tak berhenti sampai disitu. Islam dan Al-Quran sendiri sering banyak di kecam “dari luar” mengenai beberapa hal yang di anggap tidak bisa di terima secara universal.

Beberapa di antaranya mengenai jihad, poligami, dan juga terjemahan kata ” Kami” dalam tafsir.

Well, saya memang bukan ahli agama. Namun saya yakin segala sesuatunya bukan untuk sesuatu yang sia-sia.

1. Jihad : rela mati di jalan ALLAH.

Jujur, awalnya aku juga takut mati. Namun ketika aku berkumpul dengan teman2 di MER-C ( alhamdullillah ) yang memiliki rasa jihad yang tinggi ( kini tim medisnya berangkat untuk misi kemanusiaan ke Palestina, langsung !! ). Aku jadi memandangnya berbeda.

Kematian itu pasti terjadi. Rasa takut mati adalah cerminan ketidaksiapan diri karena memang tidak membekali diri untuk kesana. Bila kita cukup bekal, insya ALLAH kita akan ikhlas menghadapinya. Bukankah kehidupan ini murni bukan milik kita sepenuhnya???

Cinta mereka yang cukup tinggi terhadap ALLAH-lah yang mampu mengalahkan rasa takut untuk berangkat ke Palestina demi menolong saudara2nya yang teraniaya. Di kala seluruh dunia hanya bisa mengecam dan berkata tanpa berbuat apa-apa.

Eitsss … tapi bukan berarti MER-C anti menolong agama lain lho ??? Pada faktanya di lapangan medan tempur, mereka tidak pilih2 menolong dan mengoperasi korban perang. Nasrani or Yahudi pun akan ditolong, kita para dokter khan sudah di sumpah untuk tidak membeda2kannya. Dan teman2 MER-C berpegang teguh pada “rahmatan lil alamin”. Islam itu rahmat untuk semua mahluk.

Sesungguhnya apabila terjadi suatu kezoliman di depanmu, maka tolonglah dengan perbuatanmu,…

 bila kau tak sanggup, tegurlah dengan lidahmu, …

bila kau tak sanggup pula, maka ingkarilah dengan hatimu …

dan MER-C menyatakannya dengan sikapnya ( perbuatan ).

2. Poligami

Jujur … saya pun tidak mau di poligami. Hati saya tidak sesiap dan seikhlas para istri nabi.

Namun yang ingin saya sampaikan disini adalah apa yang disampaikan dalam Al-Quran sesungguhnya untuk memberikan solusi pada salah satu permasalahan pada kehidupan dengan cara yang halal.

Maksudnya, … well karena saya dari lingkungan kedokteran maka saya memandangnya begini, misalnya pada permasalahan perkawinan dimana istrinya ternyata mandul dan sang suami sangat berharap adanya keturunan dalam keluarga. Maka poligami dapat menjadi salah satu alternatif pilihan yang halal. Tentunya dengan memakai perasaan dan sesuai shar’i.

Maka oleh itu, mohon jangan menerjemahkannya secara harfiah tanpa memandang sisi dan sendi2 lain dalam kehidupan. Sesungguhnya Tuhan menetapkan hukumnya di dunia untuk memudahkan kaumnya. Tanpa sedikitpun bermaksud menomorduakan wanita sebagai makhluk ‘kedua’. Apalagi menyakitinya di dunia. Dan para pria selayaknya bersikap bijaksana atas kepercayaan yang diberikan Tuhan padanya untuk membimbing wanita dan memimpin dunia.

3. Yang terakhir dan terberat yaitu : adanya terjemahan kata “Kami” dalam tafsir Al-Quran yang justru menunjukkan kemajemukan dan bukan ke-Esaan.

Ketika pertanyaan ini timbul dari seorang kawanku yang lain agama, sungguh aku merasa tertohok. Bingung bukan kepalang. Menimbulkan lagi adanya keraguan.

Jadi begini, ini hanyalah masalah tata bahasa saja. Menerjemahkan bahasa asing ke bahasa Indonesia itu tidaklah mudah. Seperti halnya bahasa Inggris. ‘ Are’, ‘ Is’ dan ‘ Be’ sulit diterjemahkan secara pas ke dalam bahasa Indonesia. Kata2 “Kami” hanyalah di pakai untuk menghaluskan terbentuknya suatu kalimat. Maka dari itu, setiap terjemahan Al-Quran yang benar selalu mencantumkan arabnya dahulu, baru tafsirnya, dan asal suratnya. Tidak boleh langsung hanya tafsirnya saja.

Hal ini diperkuat dengan, tidak pernah disebutkan ‘nama’ yang lain dalam Al-Quran yang memiliki kesetaraan seperti ALLAH.

Dan kini pencarianku usai sudah.

Sesungguhnya segala kebenaran itu berasal dari ALLAH, dan segala kesalahan itu dari diriku sendiri.

Wass,

Penulis

 

 

Iklan

4 Responses to “Para pencari spiritualitas baru ….”


  1. Januari 9, 2009 pukul 8:21 am

    Salam kenal Dok, tulisannya sangat inspiratif,cuman sayang fontnya kecil sekali.Terima kasih

  2. 2 Thymoty
    Januari 30, 2009 pukul 11:02 pm

    Salam Dok,

    Sesungguhnya rasa untuk mendapatkan kemantapan saat kita bersujud dihadapan Allah juga saat ini sering saya renungkan. Saya seorang muslimah, dan kebetulan saat ini memiliki teman dekat seorang protestan, banyak hal dari hasil diskusi mengenai KeTuhanan saya menemukan sesuatu hallain yang menyejukkan dan ternyata pemahaman saya mengenai keyakinan mereka selama ini banyak yang tidak benar.
    Hal inibukan berarti saya meragukan Allah, tidak. Saya hanya ingin mendapatkan kemantapan bahwa hanya Allah- lah yang saya sembah,dan jalan yang saya ikuti dan lalui inilah jalan yang lurus.
    Tetapi kenyataan ini , membuat saya melihat kebenaran yang mereka yakini.
    Semoga Allah senantiasa menjaga kita dari kesyirikan dan prasangka buruk dari hawa nafsu kita.
    Menunjuki kita jalan yang lurus, sebagaimana yang ditunjukkan kapada orang-orang sholeh yang dicintai Allah.
    Dok, ini juga shering dari saya.sungguh bahagia apabila ditanggapi, karena saat ini saya sedang mencari tempat bertanya yang tepat buat saya. Thanks ……………..
    Jazzakallahu khoir

    Fajar Ariani

  3. 3 arik
    November 12, 2009 pukul 11:34 am

    mbak saya bantu njawab…saya pernah mendengar ceramah Habib Riziq…Aku dan Kami sebenarnya tetap 1 hanya Alloh…Aku dipakai bila Alloh langsung menciptakan misalnya Adam langsung dibuat Alloh…sedang Kami dipakai Alloh bila melalui proses…misalnya pertemuan sel telur n sperma..pada penciptaan manusia Alloh mengatakan Kami….

  4. November 30, 2009 pukul 4:48 am

    “Hasbunallah wanikmal wakil, Cukuplah Allah Pelindung kita”.
    Thanks, pencerahannya sgt membantu. dzadjakumullah, n slam peace… 🙂


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: