27
Feb
08

My First Blog..Pendaftaran PPDS FKUI.

Hi kawan… 

Well, ini pertama kalinya Meti punya Blog sendiri, jadi bingung mau nulis apa. Oya, tentunya pertama-tama Meti mau ngucapin Thanks banget buat Kak A. Fatih Syuhud atas step-stepnya untuk membuat Blog. Buat temen2 yang belum punya Blog n masih bingung2, juga bisa liat tuntunan cara-caranya di www.afatih.wordpress.com.

Sebagai tahap awalnya, meti mau berbagi informasi buat kawan2 yang mau melanjutkan spesialisasi (PPDS) ke FKUI. Data ini meti dapat dari sekertariat bersama FKUI. Jadi buat yang rumahnya jauuh.., bisa baca dulu sedikit disini. Untuk lebih jelasnya dapat menghubungi Sekertariat Bersama lewat telp atau datang langsung ke sana. Smoga berguna…

GUD LUCK !!

PROGRAM STUDI REGULER

LAMA PENDIDIKAN SEMESTER
ILMU PENYAKIT DALAM 8
ILMU KESEHATAN ANAK 8
ILMU BEDAH 10
OBSTETRI & GIN 7
NEUROLOGI 8
PSIKIATRI 8
ILMU PENYAKIT KULIT & KELAMIN 8
ILMU PENYAKIT MATA 8
ILMU PENYAKIT THT 8
RADIOLOGI 8
ILMU KEDOKTERAN FORENSIK 6
KARDIOLOGI 9
PULMONOLOGI 8
ANASTESIOLOGI 8
B. ORTHOPAEDI 9
PATOLOGI ANATOMIK 8
PATOLOGI KLINIK 8
BEDAH UROLOGI 9
BEDAH SARAF 13
REHAB MEDIK 8
ILMU KEDOKTERAN OLAH RAGA 6
BEDAH PLASTIK 9
MIKROBIOLOGI 8
FARMAKOLOGI 8

SEKRETARIAT PPDS-FKUI
Gedung FKUI – Lantai II
JI. Salemba Raya 6 Jakarta Pusat 10430
Telepon : 315-3236; 330-371; 330-373 Faximile : 330-372

BIAYA PENDIDIKAN
SPP : Rp. 3.000.000; Setiap Semester
Biaya (Met-Lit & Orien) : Rp. 600.000; Satu kali bayar
DPP & DP : Rp. 775.000; Satu kali bayar
DKFM : Rp. 35.000; Setiap Semester
Biaya daftar ulang (adm.) : Rp. 300.000; Satu kali bayar

PENDAFTARAN
Dibuka Setiap Hari Senin – Jum’at (Jam 08.00-15.00 WIB)

Batas Akhir Pendaftaran :
* Awal Maret – Periode Masuk bulan Juli
* Awal September – Periode Masuk bulan Januari

Biaya Pendaftaran
* Biaya Formulir Pendaftaran CHS Rp. 50.000,-
Tempat Sekretariat PPDS -FKUI Program Reguler Gedung FKUI – Lt. II, JI. Salemba Raya 6 Jakarta Pusat. Untuk keterangan lebih,l,aniut : Silahkan menghubungi
Abdurahman atau Eny S
pada nomor telpon dan alamat sekretariat program

UJIAN SELEKSI
Waktu : Tergantung Program Studi (Jadwal Pada Sekretariat)
Materi : Ujian Tulis, Psikotest dan Wawancara

NB :

  • Sekarang telah berlangsung Program “double degree” di FKUI , dapat gelar Spesialisasinya dan S2-nya.
  • Biaya PPDS lebih terjangkau dari sebelumnya, bisa dikonfirmasi di bagian masing-masing. ( Denger-denger bagian Obsgyn aja sekarang masuknya 50 juta )

About these ads

74 Responses to “My First Blog..Pendaftaran PPDS FKUI.”


  1. 1 dr.nisa
    Maret 8, 2008 pukul 6:13 am

    salam kenal dok..

    kalo saya ingin ujian IPD taun depan berarti dftrnya bln september ya? kira2 apa ya tips2nya?
    terimakasih banyak…..

    * waduh … apa yaaa ?!
    Lha wong saya aja juga belum tentu keterima. hehehe :) . Doakan yaaa.

    Tips singkat :
    1. Tingkatkan TOEFL-mu sampai minimal 500. Tergantung tiap bagian, ada yang minta min 550 lho. (Dan kalo ga salah, salah satunya IPD. Wuehehehehe :) )
    2. Belajar soal2 psikotest untuk Test Potensi Akademik.
    3. Kalo bisa tanya ama yang udah masuk duluan ( dah jadi PPDS ), tentang soal2 yang pernah keluar dahulu, waktu ujian di bagian masing2.
    4. Percaya diri … tiap orang sudah ada nasibnya sendiri2, yang penting usahanya dulu. JANGAN MENYERAH !!!
    5. Rajinlah mendekatkan diri pada TUHAN dan minta doa restu orang tua setiap mau berangkat ujian. ( saya aja masih pake tradisi sungkem lho sama ortu )

    Otreh ??!!
    GUD LUCK !!!*

  2. April 3, 2008 pukul 6:24 pm

    Kalau PPDS BEDAH FK UI TOEFEL nya minim berapa ya?

    • 3 dr.christina
      Februari 8, 2011 pukul 2:10 am

      met siang dr meity,aku mau ty bgm klo kt mau mengambil PPDS Anak UI Melalui tugas belajar apakah persyaratannya sm dg yg bukan mlllui tugas belajar?dan apabila sy mau kuliah thn dpn berarti sy mendaftar bln september thn ini ya?trus mengenai biaya pendaftaran dan semua biaya yg berhubungan dengan perkuliahan tuk thn 2011 dan 2012 brp ya? dan kira2 IPK minimal brp ya dok ? mohon info dan masukannya agar sy bs mendapatkan informasi yg cukup dan tips2 AGAR SY BS LULUS Ssaat ujian masuk nanti,terima kasih..GBU

    • 5 dr.christina
      Februari 8, 2011 pukul 2:19 am

      oh ya dok,tuk toeffel PPDS ANAK thn ini brp ya?dan apakah sy bs mendapatkan contoh2 SOAL tuk ujian masuknya ya?mks at
      seblumnya atas infonya….

  3. April 9, 2008 pukul 5:39 pm

    Assalam.w.w.

    Yang ingin ngajuin Beasiswa PPDS 2008, ada Prgram Beasiswa PPDS DEPKES. Beasiswa PPDS-BK Angkatan I tahun 2008 INI ada 7 Prigram Study PPDS yang bisa mendapat beasiswa yaitu: Penyakit Dalam 200 orang, Anak 200 orang, Obsgin2 00 orang, Bedah 200 orang, dan Radiologi, PK, Anestesi kalau tidak salah masing-masing 150 orang.
    Yang tertarik coba hububgi saja Dinkes Propinsi Masing-masing.
    Tapi konsekuensinya harus mau ditempatkan sesuai kebutuhan Daerah / kebutuhan Depkes lho…

    Wasalam.w.w.

    * Trims infonya. Ayo … ayo sapa yang mau daftar nee ?! :mrgreen: *

  4. 7 Darmawan
    April 25, 2008 pukul 5:21 pm

    tapi kesannya agak ditutup2i ya, di tempat saya, tiba2 aja udah pada daftar dan saya sendiri telat tahunya..
    kira2 gelombang selanjutnya kapan ya?

  5. 8 sesa
    Mei 1, 2008 pukul 8:39 am

    spp 3jt ??

    kok temen yang ikut seleksi buat periode juli 2008 15jt per sem…

  6. 9 Harry
    Mei 12, 2008 pukul 2:03 pm

    dr. Darmawan,
    program berikutnya klo ga salah bulan juli 2008,tanyain aja dimana rekan mo daftar ( kabupatennya ). tapi klo rekan2 ada yang minat untuk keluar negri banyak juga tuh untuk di Phillipines.

  7. 10 dr. Harry
    Mei 12, 2008 pukul 2:06 pm

    dear Dr. Wahyu Jogja,
    untuk Bedah FKUI atau yang lainnya ga jauh beda untuk TOEFL Score, yang penting siapin ajalah minimal 500 , klo dapat 550 bisa masuk kemana aja. yang paling penting lagi harus yakin, “You’ll be what You’re thinking man”. Good luck

  8. 11 dr. Harry
    Mei 12, 2008 pukul 2:09 pm

    dear All,
    Oh iya saya jangan lupa ada beberapa bagian di UI menetapkan IPK, klo ga salah Obgyn dan Kardio minimal 2.75, tapi klo rekan2 ada info lebih lanjut mohon di share ke kita2 ya. thanks
    salam kenal for you all

  9. 12 dr. adibrata
    Mei 31, 2008 pukul 4:48 am

    oiya ada ga sih situs resmi tentang info-info ppds fkui? seperti situs ppds unair di http://www.diklattkp.com, thanx

  10. Juni 9, 2008 pukul 3:56 am

    Mohon info tentang PPDS kardiologi, denger2 lama studinya 5,5 tahun (11 semester) tapi kok disitu ditulisnya 9 semester ya, trus itu dah termasuk program MS (S2) belum? kalo yang double degree lama studinya berapa ya? kemudian tentang SPP dan jadwal seleksi, apakah dibedakan yang sudah PTT dan yang belum PTT dan bener gak sih harus ngantri sampe 2 tahun untuk seleksinya.

    Thanks before

  11. 14 wulan
    Juni 21, 2008 pukul 12:25 pm

    Ass,
    mohon informasimengenai pendaftaran PPDS OBG. Syara-syaratnya apa aja? Denger-denger ada dua jalur ya? bedanya apa?tips agar keterima?
    ato PPDS OBG yang bisa dimintai tolong yang bisa dihubungi untuk info lebih lengkap.Terimakasih

  12. 15 meity
    Juni 23, 2008 pukul 1:09 pm

    @ dr.amalia (yogya)
    Data yang saya tampilkan ini memang dari berkas fkui yang saya ambil awal2 tahun 2008. untuk lebih jelasnya bisa liat di websitenya Kardiologi FKUI khusus di http://www.kardiologi-ui.com
    Dan lama semester tersebut sudah termasuk Magisternya.
    Sudah PTT dan belum PTT ujiannya tetep bareng.
    Soal 2 tahun berjalan, saya kurang tau pasti. Bisa ditanyakan ke CHS FKUI. Namun kalo tidak salah, setelah lulus Profesi Dokter diberikan kesempatan untuk ujian bagi Pra-PTT, namun bila gagal pada kurun waktu 2 tahun pertama maka dianjurkan untuk PTT dulu. Karena ( kao ga salah lagi neh ) kesempatan di FKUI cuma 2x gagal ujian untuk satu bagian studi.

    @ Wulan
    TIPS PPDS OBG baik di UI, n Unbraw sangat diharapkan :
    * PNS dari daerah, atau punya rekomendasi (kalo bisa) dari Bupati daerahnya.
    * Punya pengalaman kerja yang cukup di bidang OBG.
    * Suka meng-up date ilmunya di bid OBG, misalnya browsing jornal2 OBG di internet or majalah khusus jurnal OBG, ikut kursus2 misalnya kursus APN (Asuhan Persalinan Normal)…Hhh..Hhh..cape deeeehh duit muluuuuuu. Oya kursus USG juga mungkin.
    * Pernah bikin penelitian tentang OBG di daerahnya, walaupun deskriptif.
    * (Kalo bisa) pernah jadi dokter teladan / dapat penghargaan.

  13. 16 becksurolog
    Juni 24, 2008 pukul 2:54 pm

    assalamualaikum….

    mba meity, sy dah sering buka2 blognya mba, n akhirnya kepikiran deh buat blog ndiri….

    bedah urologi.com

    masih bayi, prematur pula…

    tapi ounya saya koq ga keluar di mesin pencari google kaya punya mbak yaaa?
    gemana caranya…

    bisa share ga..

    tx mba

    * Mmmm … gini, kalo ndak salah lho …(sambil pasang muka serius)
    Awalnya sih saya juga tidak , tapi… boleh dicoba dengan memasukkan tulisan kita pada “categori” tertentu. Misalnya : tulisan2 saya ada yang masuk di kategori “kedokteran”.
    Nah … bila banyak peminatnya yang melihat, nanti lama2 Blog anda bisa tampil di Google, bila ada orang yang mencari data yang sesuai dengan tulisan anda.
    Nahh … selamat mencoba yaaaa *

  14. Juni 27, 2008 pukul 9:51 am

    hai, mbk meity……Saya telat nih dapat informasi PPDS BK periode I ? karna gk disebar luaskan. Kapan lagi yang ada pendaftaran PPDS BK Periode II ? mohon informasinya.. lewat mana daftarnya, karna kok udah ada yg daftar untuk periode tahun 2009.. trims ya mbak meity….

    * Mmm..emang udah ada yang daftar buat 2009. Soale ga semua berkas pelamar disetujui DEPKES. Nanti dari berkas pelamar yang sudah disetujui, baru si Calon PPDS BK ikut ujian di FK yang dituju. Proses di seleksi berkasnya khan juga butuh waktu.
    Gini aja Pak … tanya langsung aja ke DEPKES di Jakarta. Atau bapak tanya aja dinkes setempat gimana alur ngirimnya.
    Saya disini lagi ga bisa kemana-mana. Dah masuk stase, ga bisa ke Jakarta. Hiks.
    OK ??! Gud Luck Yaaa … kalo dapet berita baru di Jakarta, jgn lupa bagi2 yaaa.
    Ndak usah takut, kalo memang rejeki anda pasti ga akan kemana-mana. :)
    *

  15. 18 Adi
    Juli 3, 2008 pukul 4:45 pm

    Alo mbak meity…..Sy seneng bgt akhirnya sy ketemu jg tmpt untuk slng tuker informasi. Informasi mengenai PDS-BK periode II dari depkes ktny br mau dilaunching pertengahan juli ini (tp sy kok ragu ya….???). Menjawab pertanyaan mas Rudy, tidak semua dinkes kab/kota mengetahui program tubel ini, jadi untuk lebih pastinya memang sebaiknya langsung ke Depkes yaitu ke sekretariat POKJA PDSBK Gd. DEPKES lt 5 telp. 021-5214089. Bs keteu dgn Ibu Mila, Pak Tanto, Bu Dani, PAk Tohari, Pak Imam. krn kl kt mengharapkan informasi dr dinkes bisa2 kt kelewatan lg periode berikut. (He….he….he….Soalny sy termasuk orang yg ketinggalan wkt periode I kemarin)
    Goog Luck Guys….Kl ada informasi lainnya saling bagi yaaa….

    • 19 Fanny
      November 2, 2010 pukul 6:03 am

      Salam Kenal, Mbak dan rekan-rekan yang lain.
      Saya ingin tanya jika ada informasi tentang pendaftaran PPDS Patologi Klinik FKUI… Jika ada mohon informasinya… Thanks

  16. 20 Sakinah
    Agustus 18, 2008 pukul 3:13 pm

    Salam kenal!thank you ya atas infony.byk manfaatny..blh nanya neh..syarat beasiswa ppds bk apa aja?mhn dbls d sa_syarifah@yahoo.com

  17. 21 Sakinah
    Agustus 18, 2008 pukul 3:18 pm

    Ditunggu blasannya. Thank’s b4.

  18. 22 dini
    Agustus 29, 2008 pukul 5:05 am

    dr. meity mau nanya, saya baru mau lulus bebrapa bulan lagi, perlu gak seh ikut seminar n workshop yang sampe jtaan??
    pengaruh gak ke skor CV qta nanti??

    * tergantung rencana ke depanmu apa ?
    Kalo mau kerja di RS bagian UGD atau rawat inapnya, ada beberapa yang meminta sertifikat ACLS, ATLS untuk kompetensinya.
    Kalo mau sekolah lagi juga tergantung bagian apa yang diminati. Bedah, jantung lebih menyukai yang memiliki sertifikat tsb.
    OK ?! Semoga membantu …. *

  19. September 6, 2008 pukul 6:25 am

    maaf mba, aku masih belum ngerti bayangan2 tentang tes masuk fkui.
    kalo ga keberatan, boleh ga aku minta sedikit ceritanya mba? hehe
    mba, maaf lagi kalo ngerepotin, mba kirim aja ke email aku di ntha_lalalaa@yahoo.com
    sebelumnya makasih banyak yah mba :)

  20. September 8, 2008 pukul 6:38 am

    dear dr meity dan rekan-rekan sejawat sebangsa dan setanah air.
    sumbangan masuk derma/bedah plastik ui berapa ya? trimakasih banyak

    * Waduh…. gimana ya?!
    Hal-hal yang berhubungan dengan biaya itu biasanya “sensitif” deh :)
    Gimana kalo tanya langsung ke Mas TOMPI aja heheheheh … *

  21. 25 nurulins
    Oktober 4, 2008 pukul 8:59 am

    hi mba…creative and helpfull blognya….emang ada beasiswa ya??? ketinggalan kereta niy, btw, ada info PPDS-BK periode 3 g?thanx

  22. 26 nurulins
    Oktober 4, 2008 pukul 9:01 am

    …ada yang punya info ppds di luar negeri ga?? di thailand, filipina atau yg lainnya…tQ

  23. 28 Nesha
    Oktober 5, 2008 pukul 6:59 am

    Dear Mba’ Meity…
    Salut n thanx bgt ya Mba’.. Aq bnyk dpt info dr blognya Mba’…
    Pgn nanya2 jg donk Mba’..
    Klo mo dftr PPDS Kulit di UI,,masuknya susah ga Mba’? Koq aq dnger2 gossip,,,eh kabar burung (Ha) ktanya klo Kulit tuh muahal bgt,, di UNAIR aja bs sampe 600jt,,UNPAD 400jt,,walah Mba’,, aq jd puyeng. Pdhal pgn bgt masuk PPDS Kulit. Hiks hiks
    Mohon infonya donk Mba’,, kira2 biaya n peluang masuk PPDS Kulit di UI bgmn..

    Trims bgt bwat infonya ya..

  24. Oktober 12, 2008 pukul 9:32 am

    mbak meity..kalo kita daptar ppds di 2 tempat yang berbeda sekaligus itu ketahuan tidak ya?
    misal saya daptar pediatric di fkui dan cardio di ugm begitu..
    mohon infonya yaa.. thx

  25. 30 dr.Hendra MInarto
    Oktober 20, 2008 pukul 1:13 am

    kalau saya ndaftar untuk PTT dan PPDS bersamaan, apakah tidak apa-apa ya?

  26. Oktober 21, 2008 pukul 7:24 am

    mbak mau nanya donk,baru lulus nih…
    pengen masuk ppds obsgyn apa aja ya yg harus dipersiapkan????
    denger2 masuknya susah banget yah..
    thx u mbak…
    bales d emeil aku yah… doktersakaw@yahoo.com
    thx u..

  27. Desember 7, 2008 pukul 9:07 am

    mbak..ada info ttg ppds kardiologi di Unand?

  28. Januari 25, 2009 pukul 8:30 am

    saya ikut beasiswa depkes,daftar tahun 2008,saya sudah disuruh bayar uang pendaftaran tapi setelah saya bayar,ternyata tes PPDS di UNAND sudah berlangsung…bisa nggak saya ikut untuk periode berikutnya..thanks

  29. 35 dr.willya
    Februari 5, 2009 pukul 5:36 am

    ass.wr.wb.. salam kenal mba imoet..
    pertama kali buka blog mba kesan : dalam batas normal, tidak ada kelainan..tapi bagus ko..
    Dok, mohon tips ppds kulit fk ugm.. btw, klo kita mo ikut beasiswa ppds, cari infonya kemana aj yah.. thks yah sebelumnya..

  30. 36 ina sundari
    Februari 24, 2009 pukul 2:04 pm

    asslmkm mba meity..

    Slm knl y mba. aku mau tanya blh y mba..

    Hmm, surat tunda ptt itu blh lbh dr 2 tahun ga mba?

    Denger2 kalo di ui cm blh 2 tahun y mba, stlh itu qt mesti ptt dulu kalo mau ambil ppds, bnr g mba?

    Mhn info dong mba, thank b4..

    * Ga harus PTT dulu kok. Kalo kamu memang cerdas dan qualified, bisa keterima kok. PTT cuma menambah point lebih untuk kriteria penerimaan. Karena ( setahu saya ) UI lebih mengutamakan PPDS yang kembali ke ‘daerah’nya en ga numpuk aje di jakarta setelah lulusnya. *

  31. 37 dr. budiman
    Maret 5, 2009 pukul 11:36 pm

    Masalah bayaran SUMBANGAN ppds sudah tentu d tutup tutupi, hihihi bu MENKES kan melaporkan hal ini ke KPK soalnya itu duit SUMBANGAN masuknya ga jelas kmana? direktur rumah sakit tdk pernah menerima (Confirm) bahkan fakultas juga (Yang ini belum confirm), jadi kamana tuh duit ahahaha? ke bagian sendiri? d bagi rata sesama Konsulen? hehehe asumsi doang kok boleh khan berpendapat, mudah-mudahan pihak yang makan duit orang mau sekolah d ganjar biar JERA, dan mudah2an bayaran ppds jadi turun amiiiin, Bu Menkes mengusut hal ini d sebabkan sedikitnya jumlah spesialis yg ternyata d halang-halangi oleh DANA yg mengada-ngada ada yg sampe d atas >300 juta kalo menurut ak da make sense kan ???
    Mudah mudahan ke depan Indonesia maju bebas korupsi, :) Aminnn

  32. 38 diandra
    Maret 14, 2009 pukul 12:19 am

    dr.meity. mau tanya, dimana saya bisa mendapatkan info tentang double degree? sy cari2 ga ketemu. trus ada tips2 ga klo pengen masuk anestesi? trims

  33. 39 ibnu
    Maret 29, 2009 pukul 10:00 am

    mbak mo tolong info ppds anestesi ui, jumlah yang diterima, ama syarat tambahan acls/atls/ dll??, lama pendidikan kenyataan nya (kadang yang ditulis beda dng kenyataan mbak). makasih banyak info nya.

  34. April 15, 2009 pukul 3:13 am

    sampai saat ini belum double degree, rencananya magister yang semester pertama itu yg bs disetarakan dengan S2, tapi sampai saat ini belum gol2 juga, malah tahun lalu ada isu kalau magister akan dihapuskan. jadi yang mau PPDS di UI jangan terlalu berharap double degreenya ya..

  35. 41 iin
    April 30, 2009 pukul 11:13 pm

    tq mba meyti,dg petunjuk mba,skg saya punya blog sendiri

  36. 42 Seskia
    Mei 30, 2009 pukul 12:16 pm

    dari situs sebelah:

    Assalammualaikum Wb Wr

    Benarkah pelaksanaan PPDS di Indonesia penuh dengan KKN?

    Pertanyaan ini menggelitik perasaan saya dan teman-teman sebagai dokter senior. Selama hampir 25 tahun menjadi dokter, sudah berulang-ulangkali saya mendapati sejawat kita para dokter umum di Indonesia banyak yang gagal untuk melanjutkan pendidikan sampai ke jenjang spesialis oleh karena faktor “lain”.

    Hal ini bukan karena mereka tidak mampu atau tidak pandai, namun karena maraknya aksi KKN pada pelaksanaan PPDS yang merampas tempat yang seharusnya layak mereka tempati. Kebetulan, terus terang kita tahu banyak mengenai hal ini. Misalnya,

    Banyaknya anak titipan
    “Anak titipan” maksudnya keluarga atau kerabat yang mendapat kemudahan khusus untuk dapat masuk PPDS. Ini harus kita akui dengan jujur. Ambil contoh ujian Interna FKUI, Bedah FKUI dan Kardiologi FKUI yang baru saja diadakan sekitar 1-2 bulan yang lalu, yang hasilnya sudah diumumkan.
    Sangat disayangkan bahwa “anak titipan” jumlahnya mencapai 30-40% pada bidang studi di atas.
    Khusus untuk Kardiologi FKUI, pada ujian PPDS kali ini ternyata “anak titipan” jumlahnya cukup banyak, sekitar 50% dari mereka yang diterima. Hal ini sangat mencengangkan dan mengganggu kredibilitas Kardiologi FKUI.
    Fenomena “anak titipan” ini jelas merampas tempat yang seharusnya layak bagi peserta PPDS lain yang mungkin lebih mumpuni dibandingkan mereka yang diterima. Di luar negeri, hal ini tidak terjadi. Mereka dinilai berdasarkan kemampuan mereka, tidak peduli apakah mereka anak konsulen, assisten konsulen, mantu dosen dan sebagainya.

    Biaya masuk
    Biaya masuk PPDS pada universitas tertentu dapat mencapai ratusan juta rupiah. Hal ini sangat memberatkan bagi mereka yang kurang mampu. Ambil contoh beberapa teman sejawat dokter umum yang saya kenal dimintai biaya 150-200 juta rupiah untuk masuk PPDS Interna pada sebuah universitas di Sulawesi. Bahkan untuk masuk PPDS Kulit dan Kelamin di Semarang, dimintai 300 juta rupiah.
    Hal ini tentunya sangat sulit untuk dapat dibuktikan. Saya hanya miris, setelah mereka lulus nanti, bagaimana mereka dapat menarik biaya pengobatan yang murah dari pasien bila semasa pendidikan saja uang yang mereka gelontorkan sudah sedemikian besar?
    Patut untuk diingat bahwa besaran ratusan juta ini mungkin menyamai atau bahkan melebihi pendidikan kedokteran di negara maju seperti Jerman.

    Unsur SARA
    Banyak teman-teman sejawat yang mengeluh tentang hal yang satu ini, yang saya mengerti sangat sensitif untuk dibicarakan. Namun hendaklah kita mengingat selalu sumpah Hipocrates yang pernah kita ucapkan dahulu sewaktu Sumpah Dokter.
    Ambil contoh ada sebuah subbagian THT pada sebuah fakultas kedokteran di Pulau Jawa yang mayoritas PPDS nya berasal dari Padang. Begitu pula halnya teman-teman sejawat yang keturunan Tionghoa, bila mereka diperkenankan berbicara dan berdiskusi, mungkin mata hati kita baru terbuka tentang apa yang disebut SARA pada kedokteran di Indonesia.
    Sekali lagi, saya tidak bermaksud mendiskreditkan suku tertentu. Harap diingat. Kita adalah saudara sejawat.

    Akhir kata, bila kedokteran di Indonesia ingin maju, hapuskanlah KKN. Jangan ada lagi “anak titipan”, biaya mahal dan sebagainya. Apa yang saya kemukakan, anda dapat menelusuri dan membuktikan kebenarannya sendiri.
    Bagaimanapun hal yang busuk ditutup-tutupi, suatu saat pasti tercium juga. Semua ini untuk kemajuan kedokteran di Indonesia.

    Dr.Med.Muh.Sofyan

    • 43 Tayasmen Kaka
      Januari 5, 2011 pukul 4:15 pm

      Salam kenal Pak Dr.Med.Muh Sofyan. Saya Herr Kaka, pengajar di Pusat Kebudayaan Jerman Goethe Institut Jakarta. Saya juga banyak mendengar langsung tentang sara di atas. Saya juga heran mengapa PPDS di negeri kita “rumit” dan relatif sangat mahal ya. Dokter yang berminat PPDS di Jerman silahkan hubungi saya tayasmen@yahoo.com.

  37. Juni 7, 2009 pukul 3:28 pm

    yup.. gue setuju banget tuh.. bukan saja dipperlukan pemikiran yang revolusioner, tapi bahkan harus ada sikap YANG JAUH lebih revolusioner dalam melihat masalah ini..
    ini lah fakta dan kenyataan yg terjadi.. bahkan FAKTA dan KENYATAAN yang HARUS di ubah.. bagaimana caranya???? saya pikir pemerintah (DEPKES/MENKES) udah tau mengenai hal ini, bahkan menkes saat disurabaya dengan perasaan yg muak ingin merubah ini semua, tradisi feodalistik yang kuno…
    Alhamdulillah, tidak semua bagian di UNAIR menggunakan sistim feodalistik demikian, saya resident disalah satu bagian SMF di unair, dmana direktur sangat mengontrol perilaku2 hirarki yang kebabalasan dari konsulen-konsulennya..
    jika di UI, entah kenapa, dosa apa emang ya… hal “kediktatoran’ sebuah tirani itu masih berlanjut… memang tidak semua, inilah oknum2 yng meruntuhkan nilai mulia seorang DOKTER sebenarnya…
    tetaplah bersabar teman2 sejawat, ini semua pasti ada akhirnya… dan semua akan indah pada waktunya

  38. 45 simanwrites
    Juni 30, 2009 pukul 5:01 am

    mohon info dari teman2 tentang PPDS di phillipine, thanks

  39. 46 devatri
    Juli 10, 2009 pukul 4:25 pm

    salam kenal dok,,

    dok,,saya mohon pandangannya
    apakah ipk sarjana sangat menentuka untuk mengambil spesialis??
    saya berencana mengambil spesialis anak,,,tapi ipk sarjana saja tidak 3..dan sekarang saya masih koas…
    mohon pendapatnya ya dok

  40. 47 eugene
    Juli 27, 2009 pukul 1:20 pm

    salam kenal dok…mohon informasinya….
    untuk gizi, apa memang bener sdh ada ppds nya? atau s2 ya?
    gizi medik apakah sama dgn gizi klinik? kalau ga sama, bedanya di mana ya?
    saya tertarik belajar gizi.. terimakasih byk infonya dok…

  41. 48 iwan
    Agustus 9, 2009 pukul 3:10 pm

    dok,info biaya ppd ui dan uang semesternya.syarat2 lain apa aja. mksh dok.klao ga repotin kirim ke email ya dok.iwan_distro@yahoo.com

  42. 49 iwan
    Agustus 9, 2009 pukul 3:15 pm

    ppds obgyn dok,lupa nulis,hehehe

  43. 50 dr.khalida f.n
    Agustus 25, 2009 pukul 3:50 pm

    Hallo salam kenal…ada yg tahu g gimana cara masuk ppds luar negeri?

  44. 51 dr.andrezzz
    September 21, 2009 pukul 11:28 am

    hii

    ada info untuk pediatri FKUI?

    saya lulusan FK UNAIR..aslinya sih dari bdg..cm keterima UMPTNnya di UNAIR

    skrg impiannya ke jakarta

    minimal IP brp yah?TOEFL?

    terimakasih

    salamm

    hehe

  45. 52 dr sri fetra netti
    September 27, 2009 pukul 12:54 pm

    Ass wrwb…mohon infonya dari ts yg udah masuk obgyn jalur ppds bk di unand,berapa biaya yang sudah dikeluarkan dan berapa yang diganti oleh depkes.tk sblmnya atas info yang diberikan.
    Salam,
    Dr sfn

  46. 53 diah
    Oktober 23, 2009 pukul 9:34 am

    Pengumuman. maaf mb meity numpang pengumuman nih. Untuk para dokter PNS yang ingin mutasi ke jakarta, bisa menghubungi 02170900120 purwadi.ditunggu secepatnya.tidak ada sepeserpun berhubungan dg uang.

  47. 54 kirana
    November 16, 2009 pukul 4:36 am

    saya mau menanyakan sejauh mana chance saya untuk bisa mengambil PPDS di di Indonesia (UI atau Unair).
    Saya lulusaan thn 2001, belum PTT dan berusia 35 thn…sejak lulus (fresh graduate) saya menikah dan ikut suami berdomisili di USA.
    Saya ingin menyambung benang yg pernah terputus dan berniat melanjutkan sekolah lagi, yang saya takutkan adalah batasan umur yg sangat tidak masuk akal..karena di USA..masih banyak di temukan med student yg berusia 50 thn..saya sempat terkaget-kaget dengan kenyataan seperti itu, tapi saya sungguh mengancungkan jempol dengan semangat belajar walaupun telah berumur..
    walaupun sudah berumur saya masih sanggup bersaing base on knowledge dan mentally.
    please let me know, I really apppreciate it.
    Kirana

  48. 56 leo
    November 23, 2009 pukul 3:31 pm

    dr meity..mo nanya info ppds interna fk ui..persyaratan sm info2 lain..thnks

  49. 57 pitek
    November 29, 2009 pukul 4:25 am

    @sesa
    Kalo gak salah kalo PPDS di UI ikut program perluasan atau pengembangan PPDS daerah per semester emang bayar 15 jt.Reguler yang 3 juta. Tapi saya gak ngerti juga ni program apa dan gimana daftarnya. Selama ni kalo reguler kan daftar ke CHS aja. Katanya kalo 2 program ini sih mesti daftar ke 2 tempat yaitu ke CHS sama ke FKUI. Mungkin ada rekan sejawat yang tau…

  50. 58 dr.carmia
    Maret 5, 2010 pukul 2:35 am

    Mbak meity..ikut nanya kl ppds kulit buat daftar taon 2010 itu padahal baru lulus jan 2010 kan ada ukdi juga…itu slaen STR masih butuh kyk pengalaman kerja minimal setahun untuk daftar ya? Buat kulit ya mbak? Makasih

  51. 59 iwan
    Maret 25, 2010 pukul 2:08 pm

    mbak meity, kalo nilai koass obgyn dapet NILAI C, BISA ga daftar ppds obgyn, emang harus nilai B minimal ya. TP IPK S.KED 2,80. IPK KOASS 2,80. MOHON INFONYA mba atau kalo ts punya info mohon bagi2 ya. mksh

  52. 60 agus
    Maret 29, 2010 pukul 4:07 pm

    insya 4JJ kalian akan masuk semua menjadi spesialis yang kalian cita2kan….. amiiiiinnnn

  53. 61 dr. Dian
    Juni 17, 2010 pukul 12:24 pm

    Greetings mbak Meity, congratz for the blog,sarat info bgt :)
    Mau ikut nanya ya mba, ppds kardio selain ACLS, EKG, ada simposium lain yg wajib ga (e.g ASMIHA, dll) ?
    Untuk ppds kardio UNPAD, kira2 ada tips ngga spy lolos? Sebaiknya untuk rekomendasi oleh siapa ya? Sy sdg menyelesaikan PTT yg rencananya selesai feb.
    Thanks before ya mba meity :)

  54. 62 dr.Budi
    Juli 26, 2010 pukul 11:41 am

    Teman-teman, untuk masuk PPDS sekarang sangat sulit kalau bukan anak titipan. Memang benar teman2 semua harus mempersiapkan diri sebaik mungkin (teori, TOEFL, dsb), tapi jangan menyesal bila teman2 dikalahkan oleh calon PPDS lain yang belum berpengalaman dan baru lulus ternyata keterima.

    Yah… fakultas kedokteran di Indonesia, apa sih yang tidak main KKN? Titipan? SARA? Duwit? Korupsi??? Hehehehehehehe… bukan rahasia lagi!

    • 63 Tayasmen Kaka
      Januari 5, 2011 pukul 4:26 pm

      Pak dokter, salam kenal ya, saya pengajar pada Pusat Kebudayaan Jerman Goethe Institut Jakarta. Hal ini sudah sering saya dengar langsung dari dokter-dokter kita, sehingga mereka memilih Jerman sebagai alternatif tempat PPDS. Untuk info silahkan hubungi saya tayasmen@yahoo.com

  55. 64 a
    Juli 26, 2010 pukul 11:44 am

    PPDS SARA !!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!
    PPDS Duiiittttttttttt !!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!

  56. 65 febri
    Juli 26, 2010 pukul 4:16 pm

    mbak meita mohon infonya kapan ppds obgyn ui tutup pendaftaran ya? saya tanya ke teman katanya 20 juli 2010. di persaratan saya baca agustus 2010, makasi ya

  57. 66 Bram
    Juli 29, 2010 pukul 6:36 am

    Klo ente-ente nggak punya rekomendasi kuat dan titipan, jangan ngimpilah masuk PPDS.
    Banyak yang ngaku klo mereka keterima tapi bukan titipan, tapi nyatanya…. halaaahhh… bullshit!

    KPK tampaknya harus masuk nich ke semua bagian!
    PPDS Kulit ada yang minta sumbangan sampe 300 jeti booooo…..!!!

  58. 67 Seorang PPDS
    Agustus 21, 2010 pukul 8:33 am

    Bravo mba meity, blognya sarat info,,,,,

    Saya mau mengomentari tentang nepotisme di kedokteran, ternyata bukan omongkosong.
    Apa yang dr. Sofyan sampaikan memang betul dok……………………

    Sekarang saya lagi menjalani PPDS di Unpad semester akhir, jadi saya tahu benar bagaimana seluk-beluk yang namanya PPDS. Kalau ada TS yang menggarisbawahi PPDS Kardio di UI, ternyata di Kardio Unpad juga tidak jauh berbeda. Hampir sebagian besar anak prof atau dokter di Unpad atau anak spesialis dari univ lain.,,,
    Saya sendiri kasihan, mereka yang mendaftar jauh-jauh datang, harus bayar pin 1 juta, bayar transportasi, meluangkan waktu, tapi nyatanya yang diterima anak “orang dalem” juga.
    Begitu juga dengan bagian lain, sudah terimanya sedikit, anak profnya banyak pula.
    Kasihan mereka yang pintar-pintar, berkompeten, punya pengalaman, tapi tersingkir cuma karena anak-anak prof atau anak dokter spesialis ini…
    Bukannya terima yang berpengalaman, malah terima yang freshgraduate!?

  59. 69 wati
    Agustus 31, 2010 pukul 6:01 pm

    Wiiii… mba Meity bikin blog bgs bgt…
    aku boleh komen dikit nihh,..,,
    ada yang bilang kalo anak konsulen gampang keterima dibnding anak lain…
    itu BENER BANGET MBA!

    Hampir seluruh universitas kayak gt. Aku sendiri ngalamin, tapi alhamdulilah aku skrg dah lolos sih. Mang bener bgttt… kasihan yang lain, udah daftar jauh hari, beli formulir yg gak murah, suruh tes ini itu, pakai psikotes segala sok resmi… pdahal yg keterima kita udah tahu.

    Semoga Allah membuka jln yg benar…,,,
    malu lahhh anak konsulen2 itu… masak sih pakai jalur jalan tol? eggeegegegege…

  60. 70 Juli arsana
    Desember 22, 2010 pukul 2:05 am

    Salam kenal mbak..,
    saya tertarik untuk masuk PPDS mata FKUI..Minta tolong ttg info PPDS mata FK UI ??bagaimana ttg biaya dan syarat2nya??? o,iya waktu pendaftarannya kapan ya pastinya???
    terima kasih sebelumnya

  61. 71 dewi
    Mei 9, 2011 pukul 7:08 am

    info dong, guys…utk ppds paru dan psikiatri UI baca buku apa ya? thx!

  62. Juni 27, 2011 pukul 11:40 am

    hwaduh…gmn ya saya yg anak org biasa,ga punya uang lg :(

  63. November 16, 2012 pukul 4:30 am

    Write more, thats all I have to say. Literally, it seems as though you relied on the video to make your point.

    You clearly know what youre talking about, why throw away your intelligence on just posting
    videos to your weblog when you could be giving us something informative to read?

  64. 74 Dr.erna
    Januari 14, 2013 pukul 4:26 am

    Mau tanya blh, Dr.meity…..ini saya Dr.erna, apa ada info untuk spesialis rehab medik, toefl nya kira kira brpa y?


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: