Hmmm …. cinta nan tulus tak berharap balas
Jujur deh …. kalo kita emang bener-bener cintaaaaaaaaa banget ama lawan jenis, mungkinkah tak ada perasaan sedikit pun berharap terbalas cintanya ?
Pasti ada ….
Trus kalo kita memang berharap terbalas, apakah itu dianggap cintanya tidak tulus ?
Menurut saya …
( sekali lagi ini menurut saya lhooo …. )
Kata-kata CINTA NAN TULUS TAK BERHARAP BALAS lebih cocok untuk hubungan antara orang tua dan anaknya, antar saudara. Yaahh yang seperti itu-lah.
Mereka saling mencinta tapi dalam bentuk “cinta” yang berbeda.
Ga sama khan dengan bentuk cinta terhadap lawan jenis ?!
Pada bentuk cinta seperti ini kata2 tersebut cocok disematkan.
Tapii …. kalo cinta terhadap lawan jenis tentunya berbeda.
lebih beragam “taste”nya, karena terlalu banyak “bumbu” di dalamnya.
Namun hal-hal tersebutlah yang membuatnya terasa “berbeda” …. setiap kali kita merasa jatuh cinta.
( cieeeeee …. )
Cinta itu ada tiga, ada Eros yaitu cinta sama nafsunya, Philia yaitu cinta yang menuntut balas (vendetta) and Agape yaitu cinta dengan kasihnya spt Mbak meity tulis. Tapi hidup tanpa cinta juga hampa dan tidak berkesan. Cinta tanpa sesuatu yang tidak bisa hidup (Kejang… oenak)juga tidak enak. Itulah cinta… Kapan cinta bisa bersemi dan berbunga ??? Tergantung pheronomenya juga ya, klo sama sama suka baunya timbullah cinta. C I N L OK.
mo nanya mbak…..
pernahkah dkau berharap cinta dari seseorang???
klo ya, “ya” itulah comment daku mbak…(krn dkau tahu sndiri gimana rasanya)
klo tdk, dkau mesti instrospeksi diri apakah diri dkau bermanfaat dan dihrpkan oleh lingkungan
terlepas dari smua teori cinta&kasih sayang
yg pasti adalah yg selalu kita harapkn adalah “diri” kita diterima apa adanya tanpa mengubah “indentitas”.
well…., harapan itu selalu ada.
hmmm.. yang ngasih pertanyaan kemana neh?