13
Jun
08

BEASISWA PPDS…

Beasiswa PPDS yang kini dikenal dgn PPDS-BK alias PPDS Berbasis Kompetensi … alias PPDS DEPKES.

Pada waktu saya mendaftar PPDS awal jan 2008 ini, kurang mendapat sosialisasi tentang adanya PPDS Depkes ini.
Terakhir-terakhir setelah saya masuk, saya baru dengar segelintir wira-wiri orang bicara bahwa PPDS Depkes ini berlaku bagi kalangan PNS saja. Entah benar atau tidak.

Kini sewaktu Pradik kemarin baru dijelaskan secara resmi, tapi baru segelintir oleh Ketua … (waduh sapa ya kemaren, aku lupa heehhe ). Dan dikatakan bahwa baru akan dirapatkan lagi dengan para KPS tiap bagian untuk sosialisasinya, karena ini suatu Program baru dari DEPKES.
Jadi anggap saja ini baru gossip, untuk lebih jelasnya silahkan Langsung Ke DEPKES. Or … tanya dinkes setempat.

Beasiswa PPDS-BK atau PPDS Berbasis Kompetensi.
Untuk tahun 2008 ini (katanya) ditargetkan untuk 700 orang, namun karena sosialisasi kurang maka baru terlaksana 250 orang yang telah berhasil lulus dan mendapatkan beasiswa untuk periode Juli 2008 ini. ( Padahal yang ikutan seleksi 1.400 ).
Untuk tahun 2009 akan lebih diperbanyak lagi, beasiswa untuk 1700 PPDS diseluruh indonesia.
Hal ini dilakukan DEPKES untuk pemerataan Spesialis di daerah2 supaya tidak menumpuk diperkotaan.
Namun sayangnya Program ini ( kabarnya ) tidak untuk selamanya.
Hanya berlaku sampai 2010 saja.

Arti dari PPDS BK sendiri … Berbasis Kompetensi.
Yang artinya … ( waduhh serius amat bacanya )
PPDS yang mengikuti program ini akan sekolah berdasarkan MODUL yang berbasis KOMPETENSI.
Jadi kalo si PPDS ini PUINTER n RUAJIN, modulnya sudah bisa dikuasai lebih cepat, maka bisa jadi masa studinya juga pendek ( sekali lagi ini baru katanya lho ).
Trus … bila sudah tingkat atas ( mungkin Chief ), harus bersedia dikirim ke daerah “yang membutuhkan” untuk tugas selama 3 bulan.
Disana yaaa … operasi, tapi masih dalam pengawasan pendidikannya. Tapi dapet “fasilitas” lumayan disana dan juga “uang saku” yang lebih dari cukup.

( katanya lagi ) Sejak awal masuk DEPKES akan membiayai SEMUA BIAYA selama sekolah spesialis, termasuk UANG SUMBANGAN masuk, dan tiap bulan mendapat jumlah yang disesuaikan oleh studinya masing2 ( ga tau berapa, tanya DEPKES ).

Namun sang PPDS akan terikat kontrak dengan DEPKES untuk bersedia di tempatkan di area yang membutuhkan dokter spesialis, sesuai dengan PETA KEBUTUHAN yang ada di DEPKES ( tanya lagi ke sono dimane aje penempatannye ) selama 2n … ( n= lamanya masa studi kita ).

Ini ada 2 versi ga tau mana yang bener.
Pak ketua bilang, penempatan terserah DEPKES dimana.
Belum tentu misalnya yang datang dari Kalimantan berarti akan ditempatkan kembali kesana. Tergantung studi yang diambil. Bila Kalimanatan cukup ObsGyn-nya, maka bisa aja dibuang ke Papua yang minim.

Ada yang bilang juga milih pas mengajukan ke DEPKES, tapi yang dipilih tetep didalam PETA KEBUTUHAN yang ada di DEPKES.

Trus … saya pernah baca di salah satu Web. Katanya untuk yang MAYOR2 aja.
Nyatanya MINOR juga boleh, buktinya temen gw Ellen ambil MATA UNBRAW n keterima.

Katanya juga cuma buat PNS aja …
Memang rata-rata kebanyakan adalah PNS daerah, karena prosesnya cukup rumit. Maksud saya surat2 yang diurus tuh lho. ( tanya lagi ke DEPKES, … ngomong2 siapa sih si DEPKES itu ??? kok dia tau macem2 seh ?? ;P )

Namun sekarang ini telah diperjelas.
Beasiswa PPDS-BK terbuka buat PNS n Non PNS, bahkan untuk PPDS yang telah masuk duluan dan stase.
Untuk PPDS yang sudah stase, bisa menghubungi KPS-nya masing2 untuk lebih jelasnya.
Kalo disini, UNBRAW, kita PPDS yang lama bisa mengajukan permohonan tersebut ke KPS bagian, sekalian dengan daerah penempatan yang diinginkan ( tapi tetep sesuai PETA KEBUTUHAN ).

Oya sedikit gambaran, bukan berarti kalo Anda calon PPDS Depkes bila ujian di UI atau Unbraw pasti lulus yaa.
Saya baca di Web : PPDS DEPKES yang mendaftar untuk anaestesi UI 5 orang n semua tidak keterima.
Jadi intinya, tergantung kualitas orang yang mengajukan diri, karena UI n Univ. Negeri lain tetep tidak akan menurunkan standar lulus seleksinya untuk Anda.
Bila anda ga layak, walaupun utusan daerah dan ada rekomendasi dari DEPKES, tetep aja … out.

So Guys, Selamat berusaha …

Oya, ditunggu juga info-info “yang bener”nya dari teman-teman ( terutama yang di Jakarta ).
Supaya cepat tersosialisasinya.
Semoga Tuhan membalas kebaikan teman-teman yang semua.
AMIN

About these ads

59 Responses to “BEASISWA PPDS…”


  1. Juni 23, 2008 pukul 3:01 am

    saya peserta PPDS BK INterna di Unair, dari 24 orng yg daftar disaring lagi menjadi 18 yg hanya boleh ujian dari 18, awalnya rencana yg diterima 8 orang tapi ternyata hanya 7, Alhamdulillah lolos :. di unair yang diterima cukup fair diambil dari setiap propinsi dan yg saya tau emang semuanya PNS minimal CPNS walaupun yang ikut tes ada yg masih PTT bahkan bukan PTT sama sekali. ada dari kaltim, kalsel, kepri, NTB, NTT, Jatim, and papua…. walaupun emang persyaratan beasiswa ini boleh non PNS atau berarti yg PTT gitu… tp sepertinya tetap diprioritaskan yg PNS/CPNS, tapi bagi teman2 yang masih belum ber status PNS/CPNS atau masih PTT .. keepin’ trying… take it forward. yakinlah kalo emang jalannya Allah pasti bantu kok.

    # Wah akhirnya ada yang merespons. Trima kasih buat TS Abi. Semoga Tuhan membalas budi teman-teman yang saling membantu saudaranya juga. Amin.
    Sukses di UNAIR yaa, Booo !! :) #

  2. Juni 30, 2008 pukul 12:28 pm

    Wah…saya malah baru tahu tentang info ini, tadi ketemu residen senior di mall dan cerita2 tentang info ini, pas pulang ke rumah gw langsung cari di internet dan ternyata diajak mampir ke blog ini oleh google :)

  3. 3 abi_moura
    Juli 3, 2008 pukul 1:11 pm

    duh pusing juga.. baru pertama kali masuk udah disodorin surat pernyataan yg harus ditandatangani bermaterai bahwa kita harus siap berubah status menjadi reguler dari beasiswa depkes sekiranya sesuatu hal yg tidak diinginkan terjadi, yaitu tidak ada dana dari depkes.. dana saku yg dijanjikan pun gak tau kpn keluarnya.. :)

  4. 4 meity
    Juli 4, 2008 pukul 10:32 pm

    Banyak sekali kata2 “katanya” ditulisan ini …. kata seorang teman.
    Jadi membuat seseorang menjadi ragu saat membaca disini

    Begini kawan …
    Saya menulis kata2 tersebut, karena memang berasal dari penjelasan seseorang yaitu dr. Arif (yang bijaksana). Beliau menduduki jabatan tertentu di Unbraw sini, yang tahu dan mengurus PPDS BK.
    Tapi…. saya itu memiliki prinsip, selama bukan data yang pasti ada di tangan maka saya akan menulis kata2 “katanya” tersebut sebagai pertanggungjawaban bila ada yang menanyakan sumbernya kepada saya.

    Bahkan bila Menkes pun yang cerita …… saya akan tetap menulis “kata Menkes” ;)

    Biarlah gapapa bila Blog saya ini cuma dianggap ajang bergosip.
    Justru disini saya mengharapkan berita yang saya dapat bisa mendapatkan banyak feedback dari teman2 sejawat sekalian. Agar segera terbukti kebenarannya.
    Bila menunggu data pastilah lama hasilnya.
    Namun … alhamdulillah data tersebut kini di tangan saya. ;)

  5. 5 Ayu
    Juli 11, 2008 pukul 2:50 pm

    Jadi kesimpulannya semua masih belum pasti ya.
    yang dari depkes pun masih bisa berubah jadi reguler
    studi mayor boleh, minor pun mungkin bisa masuk
    pns, cpns, ptt atau nonptt bisa juga
    Jadi, mungkin ga sih daftar lewat reguler, tapi pas keterima mengajukan jadi depkes?
    he he coba2 gitu lho, mengingat kalo nunggu dari depkes kayanya bakal ketinggalan kereta.

  6. 6 dr. Kapten
    Juli 15, 2008 pukul 1:29 pm

    Saudara sekalian, berharap beasiswa sangatlah baik. berjuanglah untuk mendapatkannya. tapi ingat, di pendidikan spesialis banyak sekali hal2 non teknis yang perlu anda perhitungkan. bila Anda tidak punya rejeki lebih, jangan berharap Anda lancar menempuh studi, bisa amburadul cita2 Anda. Saya sebagai ppds yang telah lebih dulu masuk dari Anda mengingatkan hal ini. Jangan cuma berpikir SPP atau Sumbangan aja, Mas, Mbak, tapi berpikir juga dana2 nonteknis yang harus Anda persiapkan. Keluarga Anda(anak/istri/suami) jadi ikut sekolah. Jadi selamat berjuang menempuh BADAI. Tetaplah berusaha, sekali masuk PPDS, keluar harus Spesialis.

  7. 7 meity
    Juli 16, 2008 pukul 12:02 pm

    Ya ya ya. Betul apa yang dikatakan dr.Kapten. Saya pun mengalaminya. Saya pribadi berani maju PPDS mata dengan kondisi ortu yang sudah pensiun pun ada perhitungannya ( kurang lebih begitu ), setelah saya PTT di daerah sangat terpencil di Wakatobi.
    Sekali lagi memang harus dipikirkan dari segi dana.
    Namun menurut saya, paling tidak DEPKES sudah sedikit membuka jalan untuk para dokter2 PNS di daerah untuk juga maju seperti teman-teman sejawatnya yang lain di kota, dan hal tersebut harus kita sambut dan sebar luaskan.
    Walaupun ……. saya tidak yakin akan semulus kelihatannya.

    Untuk Mbak Ayu,
    Sebenarnya hal ini memang sudah berjalan. Untuk periode depan minor sudah bisa masuk. Tapi…yaaa namanya juga masih baru. Prosesnya yaa agak tersendat2.
    Jadi maksudnya mungkin seperti ini. “Ditalangin” dulu, ntar juga dibayar kok heheheheh ( tapi gw ga jamin prosesnya akan mudah ).

  8. Juli 21, 2008 pukul 4:07 am

    ass.. saya fres graduated di UNAIR (FKM), mempunyai keinginan yang besar untuk melanjutkan pendidikan S2 akan tetapi memiliki kendala material, tolong dong info terbaru untuk mendapatkan PPDS-Depkes, wass…

  9. Juli 22, 2008 pukul 6:25 am

    halo teman2..ketemu lagi. saya setuju sekali dgn dr.kapten,ada banyak yg tdk tertulis dalam pengeluaran seorang residen. Tp yakinlah saudara2 jgn takut,tetap jalani saja. Depkes sangat membantu lho (klo bener dibayar) anggaplah total biaya jd spesialis adalah 400jt,nah depkes melalui program ppds bk udh bantu paling tidak 200jt nya..lumayankan uang kita pribadi “hanya” habis 200jt daripada 400jt sekalian??? ya kan!!!!. Tp memang saya udh ke bagian PPSDM Depkes dan menurut mereka yg prioritas adalah yg sudah PNS atau minimal CPNS. Ingat sekali masuk PPDS keluar Spesialis (saya bener2 setuju dgn kata2 kapten). Modal nekad dgn dasar perhitungan harus diterapkan he3x.

  10. 10 orangdusun
    Juli 22, 2008 pukul 12:57 pm

    sekedar info: hampir semua program bidang di Unair tidak ada biaya tambahan apupun, jgn terlalu khawatir jika dibandingkan dgn centre2 lain terutama UI!!! gw jamin di Unair biaya paling murah and qualifieddd.. hanya da penambahan dulu spp per semester 1 juta tp sekarang 2 juta/ semester

    # Hahahaha … dasar, teman gw satu ini emang narsis banget ;P. Tapi gapapa. Asal jangan sampe perang aja nih antara UNAIR n UI disini.
    Cuma sekedar mengingatkan saja, di dunia ini ga ada yang sempurna sayaaang … ( PLOK !!! digaplok bininya !! ).
    Saya yakin tiap universitas memiliki keunggulannya masing-masing, yang satu dibidang tertentu, satunya lagi juga di bidang yang lain. Karena itu mereka berdua memiliki nama besar.
    Cuma kalo dari segi biaya yang terjangkau , masih menang UNAIR.
    Dah ah, segitu aja … yaaa
    #

  11. 11 dr. Kapten
    Juli 23, 2008 pukul 12:48 pm

    Maaf, orangdusun, sepertinya Anda hanya berkutat dengan biaya di Unair yang “kelihatan” transparan, terutama dari kacamata SPP saja. Anda hebat sekali berani menjamin Unair sekarang masih seperti yang dulu. Dengan model BHMN di Unair, saya yakin Beliau2 di Unair akan berpikir 2x untuk memberlakukan sistem yang dulu (maksud Saya, apa tidak ngos-ngosan tuh). Tapi gakpapa karena saya menghargai usaha Anda untuk memberi semangat terhadap rekan2 yang mau menjadi PPDS di Unair. Sekedar ilustrasi saja, dari PB IDI, biaya sekolah spesialis antara 200 juta-1 milyar(tentu saja semoga kita termasuk yang 200 juta kebawah kalo mungkin). Baca nih:
    “Pemerintah Didesak Audit Biaya Pendidikan Dokter Spesialis
    Suara Merdeka, General Fri, 19 Oct 2007 16:42:00 WIB
    Jakarta – Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) mendesak pemerintah untuk segera mengaudit sistem pembiayaan pendidikan dokter spesialis.
    Pasalnya, menurut Ketua Umum PB IDI Fachmi Idris, selama ini biaya pendidikan dokter spesialis tidak standar, melebihi batas rasional dan kurang bisa dipertanggungjawabkan akuntabilitasnya. Dengan kondisi ini, sangat rawan penyimpangan oleh lembaga pendidikan penyelenggara pendidikan dokter spesialis. Berdasarkan perhitungan PB IDI, biaya pendidikan dokter spesialis di Indonesia mencapai lebih dari 5 kali lipat dari angka batas rasional. Estimasinya sekitar Rp 1 miliar dari angka biaya pendidikan rasional yang bermutu, yang diperkirakan hanya sekitar Rp 200 juta.
    Meskipun saat ini sudah mulai ada beberapa institusi pendidikan yang mereformasi diri dengan memberlakukan sistem yang lebih baik, namun kenyataan sebagian besar masih memberlakukan status quo. Yakni tidak bersedia memberlakukan sistem biaya pendidikan yang lebih transparan.”
    Nah, setelah membaca ini, kita harus tetap semangat, biar nekat( kata HARIADI) harus dengan perhitungan… selamat berikhtiar.. semoga sukses.. Amin

  12. 12 Rissa
    Agustus 15, 2008 pukul 10:42 am

    Assalaamu’alaikum
    numpang komen yaa n mita saran ts-ts yang lebih berpengalamn
    Saya sedang menjalani ptt cara lain di sebuah kota di jawa barat dengan masa bakti 3taun, mulainya juni 07 dan akan berakhir 2010.menurut teman2 bila saya ingin mendapatkan ppds bk, mendingan saya cabut dari kerjaan ptt skrg n ngejar ptt terpencil atau st, terus daftar sebelum 2010?
    atau terusin aja dulu ptt yang dah tanggung ini? n sebelum ptt berakhir 2010 dah daftar seleksi ppds bk? bisa gak ya?
    mengingat kalo biaya sendiri, ortu akan sangat abis2abisan
    trus apakah lulusan ppds bk akan terikat kontrak dgn pemerintah n ga bisa nolak penempatan di seluruh indon?

    maaf ya kalo emang pertanyaannya tampak bodoh, but i need the suggestion…
    thanx before…
    wassalamu’alaikum wrwb

  13. Agustus 22, 2008 pukul 1:09 pm

    Asalamualaikum wr.wb
    intinya tidak muluk2, mending skrng cari kabupaten atau kota tertentu sesuai minat trus ketemu kepala daerah or sekretaris, kadinkes daerah itu, bicarakan baik2 perihal beasiswa depkes.daerah itu masih butuh dokter spesialis apa? hbs itu bikin surat pengajuan ke depkes n daftar ke univ yg diminati
    jgn hanya mikir jd dokter spesialis aj
    tp pikirkan:
    @ bagi yg berkeluarga: ada tidak biaya untuk makan anak istri/suami selama kt kuliah.
    @ karir kt setelah kuliah. walau spesialis ingat kt PNS lho, jd harus pinter2 cari tambahan baik
    praktek pribadi atau usaha lain atau di klinik lain, lihat daerah itu berani ngasih insentif
    berapa tiap bulan bagi dokter spesialis
    @ tiap univ spesialis pny keunggulan masing2, ga usah dimslhkan intinya jd spesialis kan biaya
    ada yg tanggung cuman carilah info sebaik2nya masing2 univ
    @ bagi yg pingin pulang kampung pikirkan lg ingat 2N, contoh umur kita saat pendidikan 30 thn, kuliah 6 thn. jd 2×6=12 tahun. kita bs pulang kampung usia: 30th+6th+12th= 48 ya anggaplah 50th baru bs pulang kampung. tp bagi yg menetap ya ga ada mslh.
    thanks wasssalamualaikum

  14. 14 dr.M
    September 1, 2008 pukul 5:17 am

    Salam kenal sejawat semua.
    Saya kira kita semua sangat berminat dengan program beasiswa depkes ini.
    Namun ada satu hal yang mau saya tanyakan, khususnya kepafa TS yang sudah berhasil mendapatkan beasiswa itu. Apakah di surat perjanjian disebutkan pula apakah ada sanksi jika kita memutuskan kontrak penempatan selam 2n itu. Seandainya ada alasan alasan yang sangat mendesak,sehingga tidak bisa melanjutkan kontrak tersebut.
    Terima kasih atas infonya.

  15. 15 dr.red
    September 4, 2008 pukul 6:56 am

    yap saya juga tertarik ikut program beasiswa depkes,btw busway karena sy perempuan, selalu timbul pertanyaan, bagaimana kalo suatu saat sy harus pindah untuk mengikuti suami?? apakah ada sanksinya? apakah pekerjaan suami sy harus PNS, lalu sy baru boleh pindah??

  16. September 10, 2008 pukul 12:52 pm

    Salam kenal Mbak Meity,mau tanya nih Fakultas tempat PPDS-BK mana yang mau menerima dengan persayaratan IPK standar (2,5 kebawah ) hi hi hi… Klo ada mohon dijelaskan dan dimana tempatnya. Pengalaman teman ugm rating IPKnya >=2,75.

  17. September 10, 2008 pukul 1:14 pm

    Memang skul PPDS Indonesia mahal deh. Beasiswa PPDS-BK juga pasti tekor untuk biaya skul&life hi hi & klo tidak punya modal dhewek jgn coba mencoba. Kecuali nekat minjam ke bank bebas bunga alias sama mertua….. Tulll ngajkkk

  18. September 13, 2008 pukul 10:08 pm

    TS Rissa, jgn terlalu mengejar yg maya (ppds-bk), dananya aja blum mancur bagi yang sdah lulus tes (lihat aja blog nicopoundara punya ts Bram, kacian deh klo ndak punya flus22 dulu). Lebih baik ptt aja didaerah terpencil kumpulin moni sampai banyak baru daftar ppds. Nanti fakultas kedokteran yang terlalu eksklusif akan tereformasi shg biaya skull ppds murah dan mudah. Masa skull ppds mahl amat jadi klo sdh spesialis mau balikin modal trus, kaya dr BEdah ditempatku mau cepat2 kumpulin modal yang sdh abis & terlalu matre heh heh eheh. Pajah dong dr Indonesia kaya gini.

  19. 19 dr.Harbiez
    Desember 5, 2008 pukul 7:18 am

    Kaya’nya ngga terlalu bisa ngandelin beasiswa yang dari Depkes itu deh. Gue setuju sama dr.Kapten, biaya untuk PPDS sekarang ini mahal banget, uang pangkal, uang bangunan, SPP, belum untuk sehari-hari…wah…harus sering-sering ikut kuis berhadiah uang milyaran biar bisa dapet modal, hehehehehhehehehe

  20. 20 dr.luke'
    Desember 7, 2008 pukul 1:44 am

    thanks to all TS….
    sekedar info aja bahwa didaerah tertentu perjanjiannya bisa 2n+2. jadi klao mmg pengen ambil ppds-bk, konfirmasi baik2….!
    buat all of TS mohon infonya, apakah u dokter non pns(ptt),rekomendasi daerah sesuai tempat asal ptt?
    thanks b4………

  21. Desember 11, 2008 pukul 12:41 pm

    Cmn mo sharing exp. sy telah mendaftar untuk program ppds tubel n alhamd dtrima di cardio unair u mkdu jan 09.Tt mslh biaya pendidikan bs dcari di website resmi depkes ato bbrp blog dah ada yg menampilkan ato bs jg via google search.Sekedar info,kok temen2 bk depkes u unair period jul 08 kok belum cair ya dananya n denger2 baru skt des08 ini mo cair stlh 6 bulan bersekolah dan sy pun jg diberikan pertanyaan diplomatis pada waktu tes wawancara yg isinya bgn ‘jika pembiayaan u program ini ada masalah, apakah anda sanggup dibelokkan menjadi ppds regular atas biaya sendiri? nah lho…’yah katanya temen2 yg dah msk memang ada perwakilan depkes yg khusus menjelaskan pd waktu mkdu tt program ini, tp toh ‘the money’ jg blm cair. sy skr bnrnya jg msh bingung kejelasan pembiayaannya seperti apa. itu dr segi pembiayaan, yg memang adl isue plg penting u hidup sbg peserta ppds krn melibatkan anak n istri dll disamping fc2 teknis lainnya. Kalo mslh unair katanya plg murah di segi pembiayaan ppdsnya untu regular n cost hidup mmg yg sy tau sd sekarang msh yg kategori termurah dibanding yg laen. plus add info u daerah2 tertentu masa kerja varitif ada yg n, 2n ato 2n+2 semua tgt mou ma depkes. ada jg di klausul perjanjian jk dokterr mangkir dr mou, sangsi apa yg dikenakan. tq

  22. 22 docadh
    Februari 2, 2009 pukul 7:25 am

    dear Ruli..

    Saya kebetulan alumni UNS,terakhir dapat info kalo UNS sepertinya agak enggan menerima yang jalur PPDS BK karena masalah administrasi keuangan dari Depkes yang sering molor.Saran saya ambil yang reguler aja.Sedang ujiannya dibagi ujian teori dan interview menyeluruh with english.Trims.
    NB:bila bener2 berminat hub saya di apdoktergaul@gmail.com.

  23. 23 Rafiq
    Februari 14, 2009 pukul 6:07 am

    Mksd mbak meity dr Arief Iskandar ya? Punya kontaknya mbak? Saya sedang PPDS Onkologi Radiasi di RSCM nih n mau ngurus PPDS BK

  24. 24 drg irfi
    Februari 16, 2009 pukul 1:22 am

    hai….saya jg lagi bingung nih ama program ini. Uda daftar tinggal nunggu ujian. tapi, kalo keterima belum tentu balik lagi ke kalimantan(saya ptt depkes di kaltim)?trus kalo uda keterima kita bisa gak berubah jadi reguler?tenkyuh…….

  25. 25 obonk
    Februari 26, 2009 pukul 5:30 pm

    pengabdian PPDS BK
    1.Jawa-Bali 2N, kecuali :
    Banten (Pandeglang,Lebak)
    JawaBarat (Sukabumi,Garut)
    Jawa tengah (Banjarnegara, Wonogiri, Rembang)
    Yogya (Kulon Progo, Gunung Kidul)
    Jatim (Pacitan, Trenggalek, Bondowoso, Sitibondo, Madiun, Bangkalan, Sampang dan pamekasan)
    Bali (Karang Asem) hanya N+2
    2.Indonesia timur N
    3.Selain Indonesia Timur N+1

  26. 26 Nita
    Maret 4, 2009 pukul 4:15 am

    Info ppds bk th ini dr dinkes kab tptku mdadak skli ..surat br turun eh pdftrn udah dtutup.kl pgn tau info lbh cpt gmn ya?apa depkes pny website resmi ttg ppds bk-aku cari2 kok ga ada

  27. April 15, 2009 pukul 3:32 am

    dua hari lalu ke PPSDM depkes, katanya FK yg kerjasamanya baik dg depkes untuk program BK ini yaitu UGM, Unair, Unibraw, Unhas. Klo UI msh agak reluctant, makanya yg keterima sedikit. Kabarnya UGM proyeksi ke depannya maunya menerima seluruh PPDS melalui program BK ini, karena pasti ditempatkan di daerah yang membutuhkan dan usernya jelas.

  28. 28 iin
    April 30, 2009 pukul 11:07 pm

    saya jadi ketar- ketir,apa iya uns enngan menerima tubel ppds-bk depkes?!!!!, padahal suami saya ambil ipd d uns n pertengahan mei 2009 ini ujian, takutnya malah ga lulus….ada yang mau kasih advice ga? sapa tau bisa membantu

  29. 29 adek
    Mei 11, 2009 pukul 10:59 pm

    Mas2 & mbak2 dokter yg terhormat..
    Sebelum daftar PPDS BK, perlu kiranya kita revisi dulu motivasi kita,apakah hanya semata2 untuk mencari keuntungan pribadi. Sekolah gratis,jadi spesialis, bayaran gede,trus lupa diri, ogah2an ditaruh di daerah yg miskin. Ingat lho, yg buat mbayari kita sekolah itu uang negara,yg berarti uang rakyat. Jadi kita hutang sama rakyat. Hutang itu hanya bisa kita bayar dgn pengabdian yg tulus ikhlas kepada rakyat, di daerah mana kita ditempatkan. Jgn hanya mikir materi,gimana cari uang sebanyak2nya. And kalo ada yg sudah berencana mau hengkang sebelum masa kontrak berakhir, pikir2 lagi deh,pantas gak itu kita lakukan?
    Semoga yg ketrima PPDS BK nantinya memang benar2 dokter yg punya niat tulus mengabdi pada bangsa & negara

  30. 30 dr.KKP
    Mei 17, 2009 pukul 4:20 am

    bersukurlah yang bs dpt si BK DEPKES,tapi kami yang bertugas jd PNS di KKP yang aslinya beribukan dan berayahkan si DEPKES malah tidak dikasi ijin ambil itu ( kasihan yah…………………….)eit tapi tunggu dulu KKP itu anak si DEPKES yang panjangannya Kantor Kesehatan Pelabuhan punya tugas mulia menjadi bamber penyakit karantina.dokter dokter KKP banyak loh yang bingung mikiri nasibnya ini tapi memang dah takdir dari langit…………kapan yah dokter kkp punya hak untuk jadi dokter spesialis……………nasib..nasib………

  31. 31 rina
    Juni 16, 2009 pukul 9:56 am

    asal jangan lupa aja ya tujuan adanya beasiswa ini adalah untuk menghasilkan spesialis yg sebanyak2nya untuk disebarkan di pelosok negeri. katanya, diprioritaskan ke ntt, maluku dan papua. siap2 deh yg dari jawa dikirim ke sana. jgn mangkir lho, itu namanya korupsi. jgn cuma enak mau sekolah dan dapet duit doang!

  32. 32 rino
    Juni 18, 2009 pukul 4:16 pm

    kalo pengen tahu masalah ppds bk telpon saja ke bu kasti no hp nya saya lupa di hp saya satunya saya kebetulan ktrima ppds bk psikiatri di uns 081567619950 dr rino,tks

  33. 33 dr. doris
    Juli 3, 2009 pukul 3:19 pm

    syukur sekali ada program DEPKES TUBEL ini ya. sy ( tubel dr pekanbaru) diterima ppds usu dr program DEPKES,trus suami PNS jg kebetulan dipindahkan tugas ke medan. selanjutnya gmn donk ceritanya sy ntar kl dah selesai ya mbak,mas? mohon bantu info yang jelas donk..

  34. 34 chirin
    Juli 20, 2009 pukul 7:57 am

    meity yg baik, kpn pnerimaan ppds bk utk juli 2010, kalau udah ada berita tolonh kasi kabar ya, trims

  35. 35 dr. heri
    Agustus 13, 2009 pukul 1:26 pm

    saya dengar kabar katanya oktober 2009 ada pendaftaran ppds-bk,malah kabar dari ts di jombang saat ini sudah ada pendaftaran ppds-bk..ntuk info selengkapnya silakan hubungi dinkes masing2…

  36. 36 heni rachman
    Agustus 23, 2009 pukul 10:53 am

    duh, jadi hopeless kayaknya dokter swasta gak punya kesempatan yang sama dengan PNS/CPNS…padahal usia semakin mepet apalagi dari segi biaya…

  37. 37 ariawan
    September 26, 2009 pukul 7:45 am

    ada yg bisa kasih info peserta lolos administrasi depkes ppds bk angkatan 4 ?

  38. 38 dr. sofyan
    Oktober 18, 2009 pukul 11:32 am

    mimpi ppds bk kayaknya bakal bubar nih setelah ngeliat calon menkes yg diwawancarai SBY bukan lagi bu siti fadila, melainkan bu nila djuwita moeloek..hiikkk…bubar..bubar semua…pulang ke rumah trus tidur.

  39. 39 ariawan
    Oktober 19, 2009 pukul 9:29 am

    menurut sosialisasi depkes september kemarin, program ppds bk malah bisa dipastikan sampai 2014, karena SBY terpilih lagi, yg penting RI 1 nya bukan menkesnya. hidup SBY…….

  40. 40 dwi
    Oktober 19, 2009 pukul 3:42 pm

    suamiku kemarin ikut pemberkasan dan tinggal nunggu ujian, doain ya……..

  41. 41 mirza keren
    Oktober 21, 2009 pukul 1:08 pm

    saya cpns belum jelas kapan diangkat pns. kayaknya desember 2009.saya agak bingung dengan persyaratan ppds bk. lain temen lain informasi. ada teman bilang kalo pns, harus minimal 2 tahun masa kerja baru boleh ikut. tapi kok cpns aja bisa, masak yang pns < 2 tahun gak boleh… emang gitu peraturannya ya? ada teman lagi bilang pas lagi nyerahin syarat ppds bk di dinkes prop, diliatin sama pak petugas, ada permenkes yang mengatur bahwa tidak ada syarat masa kerja pns untuk ikut ppds. silly-nya temen saya ini gak nyatet permenkes nomer berapa gitu… anybody can help me please….? makasih

  42. 42 adi
    November 18, 2009 pukul 3:49 am

    to mirza : harap dibedakan peraturan menkes ttg tubel, sama peraturan kepegawaian (menpan) ttg tubel. kalo peraturan menkes emg ga mempersyaratkan masalah 2th, cpns aja boleh, umum jg blh. TETAPI anda kan pns, jd terikat jg aturan kepegawaian umum. kalo aturan umum pns br boleh ijin/ tugas belajar minimal stlh 2 th. jd bukan depkes yg melarang tp BKD kab anda. kalo ada teman anda yg cpns ato pns krg 2th,bs ikut, itu tgt bkd daerah anda mengijinkan ato ga. tapi ada 1 lg aturan: pns krg 2th diblhkan tubel/ijin belajar,jika ada pernyataan bahwa spesialis itu dibutuhkan daerah tsb.nyari surat itu aja, benar2 dibutuhkan, dari direktur rs kab. biar bkd meng acc.

  43. 43 pitek
    November 29, 2009 pukul 12:31 pm

    Mbak Meity, kalau udah ketrima di program reguler bisa ndak daftar ke jalur PPDS BK? Makasih ya…

  44. 44 chichi
    Februari 8, 2010 pukul 7:23 am

    mb meity,mau nanya kapan ya PPDS BK juli 2010 buka?? tolong kasih infonya dunk mb.maksi sebelumnya

  45. Februari 26, 2010 pukul 11:45 pm

    Asslamaualaikum.,trims dr.meity dan teman sejawat yang turut menginfokan tentang PPDS BK. semua bikin semangat sekolah bangkit lagi..

  46. 46 dr.dian
    April 9, 2010 pukul 8:28 am

    Para TS mau nanya nih…saya kan gak ikut PTT daerah,tp kontrak daerah.status saya sekarang CPNS didaerah saya.bisa gak ikut PPDS – BK?kalo saya lepasin CPNS saya dan ikut PTT pusat…menurut TS gimana?bingung nih…pengen ngelanjutin PPDS secepatnya…coz ditempatku ini…harus mengabdi minimal 3 thn.mohon pencerahan dari TS sekalian…sebelumnya saya ucapkan banyak terima kasih…

  47. 47 Agus
    Mei 10, 2010 pukul 4:32 am

    Saya sedang mengikuti tubel PPDS di USU Medan. Periode Januari 2010. Pendaftarannya pada bulan September 2009 yang lalu. Yang jadi pertanyaan, hingga saat ini biaya hidup dll. dari Depkes belum masuk ke rekening kami. Kalau tahun 2008 dan 2009 berapa lama setelah mulai masuk pendidikan beasiswa itu masuk ke rekening peserta tubel?

  48. 48 Dewi Agus Setyawati
    Mei 24, 2010 pukul 3:12 pm

    Dari mana kita bisa mendapat informasi PPDS BK ini secara lengkap?
    Apakah kita harus ke Dinas Kesehatan Provinsi/kabupaten/kota ataukah ke DEPKES?
    Sampai tahun berapa program ini dibuka?
    Sesuai pengalaman dr.Meity apakah ada dari swsta yang bisa keterima?
    Makasih banyak infonya ya

  49. 49 abu moura
    Mei 26, 2010 pukul 7:03 am

    untuk agus : kalo kami angkatan pertama di UNAIR paling lama daripada centre2 yg lain, sekitar 6 bulan setelah masuk

  50. Juli 28, 2010 pukul 11:02 am

    Beasiswa PPDS BK DEPKES ini berlaku sampai 2011 atau 2012 gak mbak????. Soalnya saya masih koas ni. Pengen juga ngikut beasiswa itu. Terima kasih atas info mbak2 and mas2…

  51. 51 dilla sari fitri
    Agustus 4, 2010 pukul 1:32 am

    Asslmkm
    thanks infonya sudah membantu memperjelas :) mohon juga info2 up to date dari mbak Meity klu berkenan.. saya berminat ikut ppds, wlu tidak mudah, tetap ada jalan. klu mbak berkenan boleh di share alamat kontak mbak ke email saya, dilla_sf80@yahoo.com

    terimakasih,

    wasslmkm

  52. 52 Seno
    Januari 13, 2011 pukul 5:06 am

    Saya fresh graduate yg kebetulan lgsg kterima cpns di sebuah kab di jateng,, mohon info dari TS sekalian yg lebih senior mengenai program ppds bk ini… sebenarnya program ini berlaku sampai kpn ya? bagaimana peluang seoarang cpns utk mengikuti program ini? kr2 bisa ato tdk?? apakah depkes memiliki site resmi ttg ppds bk ini?

    atas perhatian TS sekalian BTK.. ^^

  53. 53 mia
    Oktober 24, 2011 pukul 8:58 am

    masih ada ga prrogram ini 2011 -2012

  54. 54 dr Lya
    Januari 21, 2012 pukul 2:33 am

    Saya mau tanya nih, saya adalah peserta ppds bk gel VII, yang saya mau tanyakan ada yang punya informasi tidak tentang kapan uang biaya hidup dan buku dll cair ya? karena saya sudah mulai kuliah dari september sampai sekarang uang allowancenya belum turun juga. Kalau uang kuliahnya saya tidak tahu sudah keluar apa belum karena itu urusan pihak universitas dengan depkes

  55. 55 ketut yoga
    Februari 2, 2012 pukul 3:06 am

    itu nyarinya dimana ya saya fresh graduate banget bingung mau ngapain

  56. 56 lenny
    Juni 15, 2012 pukul 7:23 am

    mba aku juga mau ikut ppdsbk di bag fkm Unair, dari dokter terpencil mamasa

  57. 57 wiwi pratiwi
    Agustus 17, 2012 pukul 8:36 am

    Assalamu’alaikum..
    Salam kenal TS skalian..
    Sya mw nanya nih,, sya bru trangkat ptt periode oktober 2012 tp sya sngat trtarik utk ikut ppds bk ini.. Apakah sya hrus mnyelesaikan ptt sya dlu bru dftar atau sya bsa mndftar d’periode 2 thun 2013..?? Mhon info yg lngkap ttg ppds bk ini..
    Trimksih sblumx..

  58. 58 kura
    Oktober 16, 2012 pukul 11:38 am

    kenapa sk tubel kemenkes ppdsbk angkatan VIII nggak kunjung turun?

  59. 59 rini
    Desember 9, 2012 pukul 3:39 pm

    Ass.www. mbak saya mau tanya, untuk menanyakan masalah biaya hidup peserta tubel yang belum turun ke bagian mana ya, kalau bisa minta no kontaknya juga. Terima kasih atas informasinya….


Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: